Fitrah Yang Menjadi Fitnah
Remaja dan cinta - dua perkara yang bagaikan sudah sehati. rasa cinta bertandang di dalam jiwa tanpa diundang. Keinginan itu tidak usah dipelajari dan dicari. Lelaki inginkan cinta wanita dan begitulah sebaliknya. Walaupun kadangkala ia coba dilawan, namun rasa "ajaib" itu datang juga. Apalagi kalau cinta itu disuburkan, maka makin marak dan menggilalah jadinya. Bila cinta mencengkeram diri, makan pun tak kenyang, tidur pun tak nyenyak dibuatnya. Sedemikian indah dan damainya syurga, namun Nabi Adam a.s. merasa kesunyian dan inginkan teman. Lalu Allah ciptakan Siti Hawa dari tulang rusuknya. Dan kita anak cucu pewaris rasa cinta itu akan sentiasa merasa gelisah dan resah selagi tidak bersama dengan yang dicintainya.
Rasa Cinta Tak Salah
Hati remaja selalu berkata, apakah salah kami bercinta? Ya, rasa cinta memang tak salah. Ia adalah fitrah yang Allah kurniakan kepada setiap manusia. Ingin cinta dan dicintai. Jiwa manusia memerlukan cinta seperti jasadnya memerlukan makanan. Oleh kerana cinta adalah fitrah, maka tentulah tidak salah merasakan cinta.. Namun Allah tidak mnganugerahkan rasa cinta secara polos begitu saja. Dia juga menciptakan peraturan cinta demi menjaga kemurniannya. Peraturan inilah yang kerap dilanggar. Rasa cinta tidak salah tetapi kesalahan selalu terjadi sewaktu menjalin hubungan cinta. Di sinilah remaja selalu terjebak. Cinta terlarang adalah cinta yang menafikan peraturan Allah. Ketika itu fitrah telah menjadi fitnah. Bila cinta tidak disalurkan mengikuti peraturan Allah, maka akan berlakulah kekalutan dan kemusnahan.
Mengapakah perlu ada peraturan cinta? Jawabnya, kerana Allah mencintai manusia. Allah inginkan keselamatan dan kesejahteraan buat manusia melaksanakan keinginan fitrahnya yaitu rasa cinta. Keinginan tanpa peraturan akan menyebabkan banyak kemusnahan. Begitulah hubungan cinta yang terlarang, akan membawa banyak implikasi negatif dalam kehidupan. Pengalaman sudah banyak mengajarkan kepada kita jangan sekali-kali bermain cinta, nanti terbakar. Sudah banyak tragedi yang berlaku akibat hubungan cinta yang mengesampingkan peraturan Allah. Cinta yang terlarang adalah cinta yang sudah dicemari oleh kehendak nafsu dan kepentingan diri. Keindahan cinta yang sudah tercemar ini tidak akan tahan lama. Sudah dapat yang dibutuhkan, sudah terlaksana apa yang dikejar, cinta akan terkulai dan terhempas. Hubungan cinta jangan dicemari oleh tindakan yang menyalahi syariat. Lebih banyak pelanggaran peraturan Allah, lebih tinggilah risiko kemusnahan yang akan didapati. Jangan kita tertipu dengan pesona cinta yang dihiasi pelbagai janji dan sumpah setia. Jangan kita mabuk dengan rindu dan asyik yang membuai dan melenakan. Seteguk kita minum dari cinta terlarang, racunnya akan meresap membunuh akal, jiwa dan perasaan kita. Ketika itulah cinta dikatakan buta. Maka butalah mata hati dan mata kepala,hingga seseorang akan menjadi hamba kepada siapa yang dicintainya, Ketika itu hati tidak nampak yang lain kecuali apa yang dicintai. Lupalah diri pada Pencipta cinta karena terlalu asyik dengan cinta yang dikurniakan-Nya Bagaimanakah perasaan kita, jika seseorang begitu terlena dengan hadiah hingga terlupa bersalaman dan berterima kasih dengan pemberian kita?
Peraturan Cinta dari Allah kerap dipinggirkan dalam hubungan cinta yang terlarang. Hukum-Nya dilanggar bukan dengan rasa bersalah tetapi dengan rasa manis dan wajar. Tangan kekasih dipegang walaupun jelas Allah mengharamkan sentuhan antara lelaki dan wanita yang bukan muhrim. Mojok berdua-duaan di tempat sunyi walaupun sudah diperingatkan Nabi bahwa dalam keadaaan begitu syaitan adalah pihak ketiga. Lebih dari itupun banyak lagi yang dilanggar. Semuanya seolah-olah halal dan wajar hanya karena cinta. Racun-racun berbisa yang memusnahkan cinta telah dianggap sebagai obat. Akhirnya pohon cinta terlarang pun berbuah. Buah yang pahit, masam dan memabukkan. Buah yang muncul adalah kehamilan di luar nikah. sehingga banyak bayi dibuang hasil buah dari cinta terlarang. Ketika itu indahkah cinta?
Peraturan cinta bagai tanda-tanda dan lampu isyarat di jalan raya. kendaraan diciptakan dengan kemampuan untuk bergerak, tetapi pergerakkannya perlu diatur dan dikontrol oleh pengemudinya. Jika tidak diatur dan dikontrol, maka dengan kemampuan itu, akan terjadilah perlanggaran dan kecelakaan. Begitulah cinta, ia adalah kemampuan tetapi kemampuan itu perlu peraturan dan kontrol. Apakah peraturan-peraturan dalam hubungan cinta? Hendaklah cinta kita berdasarkan kepada cinta Allah. Artinya, cinta yang kita berikan kepadanya semata-mata karena mengharapkan keridhaan Allah. Allah memberi kita fitrah itu, lalu kita niatkan dengan fitrah itu untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Cintailah siapapun, tetapi pastikan cinta itu dapat memudahkan kita mencintai Allah. Sehubungan dgn itu, cinta antara lelaki dan perempuan mestilah diniatkan untuk Allah. Bagaimana caranya?
Iringilah dengan niat untuk menikah karena menikah itu lebih memudahkan seorang lelaki dan perempuan menyempurnakan agamanya. Oleh karena itu, janganlah bercinta sekadar utk bersenang-senang. Lebih buruk lagi jgnlah ada niat-niat yg jahat dalam bercinta dengan didorong oleh hasutan nafsu atau bujukan syaitan. Jika tidak ada niat utk menikah, cinta sudah pasti bukan karena Allah. Hakikatnya cinta itu adalah cinta terlarang yg akan membawa kemusnahan.
Hendaklah dipastikan semasa menjalin hubungan cinta tidak ada hukum Allah yg dilanggar. diantaranya, tidak ada pergaulan bebas, tidak memperlihatkan aurat, tidak mengabaikan perkara yamg sangat mendasar seperti meninggalkan shalat, puasa dan lain-lain. Hubungan cinta jgn sampai terjerumus dalam perkara yg melalaikan dan merugikan. Maka, remaja tidak seharusnya mengeluh , "Apa artinya Cinta jika tidak ngedate, ngobrol via telepon, kirim surat cinta, sentuhan tangan, kerlingan dan senyuman?
Yakinlah, tidak ada keindahan dengan melanggar peraturan Allah. Bercinta yg begitu dominan dalam kehidupan remaja adalah disebabkan racun-racun cinta yg disangka obat. Justeru banyak cinta yg gagal sampai ke jenjang pernikahan dan lebih banyak putus di tengah jalan sebelum sampai ke jenjang pernikahan. Allah Maha Mengetahui dan Maha Menyayangi. Segala peraturan-Nya dibuat dgn rasa cinta terhadap hamba-hamba-Nya. Dan cinta yang di dasari untuk mencari keridhaan Allah pasti akan sampai ke jenjang pernikahan untuk bercinta lagi dengan seribu keindahannya. Bahkan jika diizinkan oleh takdir-Nya, cinta itu akan terus berlanjut sampai ke alam akhirat, suami yang soleh dan isteri yang solehah akan bercinta lagi di syurga. Ketika itulah fitrah akan menjadi anugerah.
Jaga Iman, Hiasi Amal
*************************************************
walau siapa pun kita.....
walau sehebat apapun kita......
walau berjaya setinggi langit pun... tetapi tanpa doa dan restu ibu,
yang melahirkan kita...
maka TIADALAH KEBERKAHAN HIDUP...........Jazakumullahu atas atensinya.......

Tidak ada komentar:
Posting Komentar